Selasa, November 06, 2012

AYAH, Pemilik Cinta Yang Terlupakan

Penulis      : Eidelweis Almira
Penerbit    : Zettu
Tahun        : 2012
Tebal         : 200 halaman

"PELUH TANPA KELUH, BUKTI CINTANYA YANG UTUH"

Air mata saya tak henti menetes saat membaca buku ini...... Ayah...I WANT TO TELL THE WORLD HOW MUCH I LOVE YOU .....

Buku ini adalah kumpulan cerita tentang kebesaran hati seorang Ayah..... betapa nyata bahwa seorang Ayah adalah Tuhan kecil bagi anak-anaknya. Kekerasan sikap Ayah sering membuat kita menangis ingin berontak. Tapi setelah dewasa, baru saya mengerti kalau Ayah hanya ingin menjaga saya, melindungi saya, walaupun saya ingin bebas (saat itu). Favorit saya adalah "Titip Rindu Ayah"...yang menceritakan hal-hal kecil tentang Ayah yang baru saya sadari setelah membaca buku ini...:(
Kita sering melupakan perannya di balik perhatian Ibu. Ayah tetaplah pelindung utama anak-anaknya.Kelembutan Ayah baru terasa ketika ia telah meninggalkan kita selamanya.
Seorang ayah tak akan begitu nampak cintanya. Ia selalu menyembunyikan cintanya di balik kelembutan Ibu. Rindunya senantiasa terpendam di balik ketegasannya.
Kasihnya akan terlihat setelah ia tiada. Pesannya akan tersimpan saat kita mengenang kalimat-kalimat pedasnya untuk kita, anak yang selalu ingin dijaga dan diayominya.
Sayangnya begitu sejati di balik kekerasannya, mendidik, menjadikan anak-anaknya manusia yang bisa berarti, berguna.

Cintanya sangat utuh bisa kita rasakan ketika ia telah meninggalkan kita selamanya. Ukuran paling tepat untuk menilai kekayaan seseorang adalah apa yang ia investasikan dalam kekekalan. Apakah anda kaya dalam kebenaran, berlimpah dalam iman dan memiliki investasi yang banyak dalam kekekalan ?
Ajaran teladan Ayah sering terdengar, terlihat, dan terasa setelah ia tiada. Kadangkala Ayah begitu rendah hati, belajar dari kita, anak-anak yang selalu dibekalinya peka lingkungan, peduli terhadap sesama. Sering kita lupa, bahwa dengan sekuat tenaga, sepenuh hati, Ayah selalu bekerja keras untuk kehidupan keluarga, membangun masa depan anak-anaknya. Kegigihan perjuangan seorang AYah, siapapun ia, akan selalu berpengaruh besar terhadap masa depan anaknya. Ia selalu yakin dan ingin anaknya bisa melebihinya.
"Seorang bapak tua suatu hari bepergian dengan bus kota. Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat, Bapak tua itu tidak bisa mengambil lagi sebelah sepatunya. Kemudian si Bapak tua melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang dan bertanya mengapa sepatunya dilemparkan keluar. Si Bapak menjawab dengan tenang 'supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya' ". Bapak tua ini menyadarkan kita, bahwa harta bukanlah milik kita. Ia hanya titipan dan amanah yang harus bisa kita pertanggungjawabkan sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapat ganti yang jauh lebih besar secara spiritual.
Seorang Ayah akan menerima apapun perlakuan anaknya di masa tuanya, tak akan menghitung budi yang telah ia keluarkan, ikhlas. Ayah dengan sengaja mendidikmu dengan keras, agar kamu kelak menjadi sosok wanita yang kuat dan tegar. Derita dan sakit tak akan ditampakkan seotang ayah kepada anaknya. ia selalu ingin terlihat gagah, bijaksana, dan tegas mendidik anak-anaknya.
Poskan Komentar