Tampilkan postingan dengan label RESENSI NOVEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI NOVEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 10, 2013

A VERY YUPPY WEDDING

Penulis   : Ika Natassa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun    : 2007
Tebal     : 288 halaman
http://www.bookoopedia.com/images/products/metropop-a-very-yuppy-wedding.jpg 
Mungkin saya agak terlambat untuk membaca 'a very yupy wedding' yang terbit tahun 2007. Pertama, saya baru mengetahui tentang penulis Ika Natasha, kedua saya baru suka novel setahun terakhir. Ketika cuci mata di gramedia, tampak berderet novel karya Ika Natasha, dan saya pilih 'Antologi Rasa'. Karena cerita yang ringan tapi seru meskipun kisahnya ribet, saya jadi penasaran dengan tulisan ika lainnya, akhirnya saya pilih a very yupy wedding :) Kenapa?  Pertama, mungkin karena judulnya yang membuat saya tertarik. Kedua, karena ringkasan cerita di belakang buku, ttg wanita karier yang tunangannya selingkuh dengan rekan kerjanya. Sepanjang membaca novel ini,  saya penasaran seperti apa perselingkuhan yang dimaksud. Ternyata saya terjebak, karena yang berselingkuh justru si wanita karier. Karena diterbitkan tahun 2007, banyak hal 'jadul' yang membuat saya kembali ke masa lalu, seperti friendster dan pda atom. Namun anehnya, di akhir cerita muncul gadget blackbery, padahal rentang waktu novel hanya 1 tahun. 
Andrea adalah wanita cantik berwajah indo yang bekerja di sebuah bank ternama. Jatuh cinta pada rekan kerjanya Adji. Peraturan perusahaan tidak mengijinkan mereka untuk pacaran dengan rekan 1 kantor. Jadilah mereka pacaram diam diam selama setahun. Tidak ada yang mengetahui hubungan mereka kecuali tania dam firman sahabat mereka. Kepribadian andrea dan adji yang sama sama pencemburu, posesif dan egois, menjadikan banyak hal menarik yang terjadi di kantor. Mulai dari banyaknya wanita yang membicarakan adji disekitar andrea tanpa tahu status mereka, banyaknya laki laki yang mendekati andrea dan membuat adji memberikan banyak larangan pada andrea. Ketika ada anak baru di kantor mereka, yaitu Ajeng yang cantik, lemah lembut dan lulusan amerika, membuat andrea uring-uringan karena cemburu. Apalagi meja kerja Ajeng persis di depan meja Adji. Tapi Adji selalu berhasil meyakinkan Andrea bahwa ia tak mungkin selingkuh. Ketika mereka berkenalan dengan orang tua masing masing, dan disepakati tanggal pernikahan mereka, kepanikan mulai terjadi.
Saat ibu Adji meminta Andrea hadir di pernikahan sepupu Adji dan memperkenalkan pada teman SMA nya, ternyataaaaaa teman yang dimaksud adalah bu Karin, atasan Adji dan Andre. Rahasia hubungan mereka terbongkar, dan mereka harus siap dengan keputusan bu Karin atas pelanggaran mereka. Senenarnya bu Karin ingin mempromosikan andrea dan adji untuk menjadi direktur yang baru, tapi karena hubungan andrea dan adji sudah diketahui bu karin, maka salah satu dari mereka harus keluar dan yang tinggal akan dipromosikan sebagai manajer. Andrea mengalah dan membiarkan adji mengambil posisi tersebut. Kabar baik pun mampir untuk andrea, karena ia diterima di perusahaan yang lebih besar dengan posisi yang sama. Konflik mulai terjadi ketika di kantor baru, andrea satu lantai dengan mantan adji, sementara adji sering tugas keluar kota dengan ajeng. 
Suatu ketika Adji membatalkan janji kencannya dengan andrea karena alasan kantor. Namun tanpa sengaja, andrea mengetahui kebohongan adji, bahwa ia pergi untuk menemui ajeng. Andrea marah dan tidak mau lagi bicara dengan adji walaupun mereka bertemu di ruang meeting padahal pernikahan tinggal seminggu lagi. Andrea yang merasa diabaikan adji, tak sengaja bertemu randy mantan pacarnya selama 5 tahun. Saat randy menggenggam tangan andrea, tiba-tiba Adji lewat dan menatap mereka dengan dingin. Andrea yang mulai memaafkan adji, menjadi bingung karena kini dialah yang berada di posisi bersalah. Hingga seminggu kemudian adji tak kunjung berdamai dengan andrea, padahal pernikahan tinggal sehari lagi. Adji menegaskan pada andrea bahwa ia tak akan membatalkan pernikahan untuk menghalangi andrea kembali pada randy, walau tak ada lagi kepercayaan diantara mereka. Apa yang harus andrea lakukan?  

Selasa, Januari 22, 2013

LALITA

Judul          : Lalita
Penulis      : Ayu Utami
Penerbit    : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Terbitan     : 20 September 2012
Halaman   : 256 Halaman
Genre        : Fiksi

Lalita merupakan novel kedua dari Seri Bilangan Fu. Sebelumnya ada novel Manjali dan Cakrabirawa. Lalita mempunyai cover yang unik yaitu bergambar biji dari sebuah tanaman, dilukis sendiri oleh penulis, didedikasikan untuk para pelukis botani. Novel Lalita sangat menarik karena tidak hanya menceritakan kisah percintaan Yuda, Parang jati, Marja dan Lalita, sekaligus  mampu memberikan pengetahuan tentang candi borubudur bagi pembaca. Marja dan Parang Jati itu saling menyukai, tapi perasaan itu tak bisa tersalurkan karena Marja sudah punya kekasih. Dan, hubungan itu makin rumit karena Sandi Yuda, kekasih Marja, adalah sahabat baik Parang Jati. Novel ini mengangkat dan membesarkan Borobudur dengan segala latar kisah dan sejarahnya pada pemahaman dan penghargaan yang lebih dari sekedar sekumpulan arca (batu) yang ditata apik sempurna, yang termasuk dalam keajaiban dunia hasil karya nenek moyang kita, Indonesia. Memadukan legenda, pengenalan warisan budaya Nusantara, logika atau jalan berpikir, kimia-fisik sekaligus hubungan unik antar manusia dalam alur cerita yang jelas pemisahannya, menjadi suatu misteri.
Bagian Indigo menceritakan tentang pertemuan Yuda dengan seorang wanita setengah baya, yaitu Lalita yang dikenalnya melalui Oscar, seorang kurator lukisan.  Lalita adalah seorang kurator lukisan yang sangat tertarik dalam mempelajari sejarah Candi Borobudur. Perlu sedikit kedewasaan berpikir dalam membaca dan memahami novel ini, karena banyak menceritakan tentang hubungan sex secara terbuka, meskipun ada sedikit perasaan yang kurang nyaman dengan bahasa yang 'sedikit vulgar'....ya sedikit...karena dalam buku-bukunya terdahulu Ayu Utami menggunakan bahasa yang lebih vulgar lagi. Misalnya bagaimana Ayu Utami menggambarkan sensasi botol sampanye sewaktu bercinta dijelaskan dengan nakal tapi cukup berdasar dalam “axis mundi kecil”. Ayu Utami memberi pemahaman kepada pembaca bahwa jiwa manusia memiliki bagan konsentris, sehinga mereka yang tidak mengetahui dimana koordinat nol-nya, tidak akan bisa memetakan diri. Demikian juga bagi mereka yang menyangkal koordinat nol-nya seperti Lalita, mereka cenderung rapuh. Meskipun agak bingung, namun dalam pemahaman saya, koordinat nol yang dimaksud mungkin keseimbangan lahir dan bathin.
Parang Jati kebingungan mencari Sandi Yuda. Jati lalu diperintahkan ayah angkatnya yang juga guru spiritual, Suhu Budi, untuk mengunjungi Borobudur. Maka, Jati mengajak Marja ke candi itu, menelusuri relief-reliefnya, sambil bercerita panjang lebar soal ajaran Budha. Bagi saya pribadi, apa yang terjadi di antara Marja dan Parang Jati di Borobudur ketika Parang Jati akhirnya mencium wajah Marja di tempat yang sangat spritual: Candi Borobudur, meskipun berlangsung singkat, apalagi yang dilakukan sambil memejamkan mata, adalah suatu keindahan yang tidak dipaksakan. Tidak perlu memang menggambarkan Parang Jati dan Marja sebagai manusia sempurna yang selalu bisa mengendalikan diri, mereka mewakili jiwa muda yang tidak sempurna, sesekali terhanyut oleh perasaan yang manusiawi. Marja mendapatkan momen-momen untuk memenangkan sisi jahat dirinya untuk membalas perselingkuhan Yuda. Dan itu adalah hal yang paling normal saya rasakan dalam novel ini :)
Saya agak sulit mempercayai kisah dalam novel Ayu Utami ini, meskipun memang novel adalah khayalan penciptanya, tapi terasa agak dipaksakan ketika Ayu Utami mencampur begitu banyak wacana mulai dari psikoanalisa Freud, spiritualisme Tibet, misteri Drakula, keagungan Borobudur, sampai agen rahasia Cina.
Penculikan Sandi Yuda, juga penyerangan atas tokoh Lalita, hanya untuk mencari buku indigo yang menjadi misteri, ternyata dilakukan oleh kakak Lalita hanya untuk mendapatkan uang, karena peninggalan kakek mereka itu sangat bernilai sejarah yang tinggi. Buku itu sendiri jatuh ke tangan Marja dan mengajak Parang Jati dan Yuda ke Borobudur untuk menceritakan rahasia Buku Indigo.
 Dia yang tidak bisa melihat bayang-bayang sediri, dia tidak akan mendapat pembebasan.
 Barangkali manusia tidak punya kapasitas untuk mengampuni. Yang bisa dilakukan hanyalah berdamai.

Kamis, Januari 03, 2013

Antologi Rasa

Penulis                : Ika Natassa
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit     : Agustus – 2011
Jumlah Halaman: 344
Kategori             : Metropop
http://www.gramediapustakautama.com/uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_86274.jpg
Tentang antalogi rasa ?  saya bingung bagaimana cara penulis membuat cerita seribet ini, seribet perasaan keara. apakah keara mewakili perasaan ika natasha? apakah ika merepresentasikan dirinya sebagai seorang banker yang cinta fotography seperti keara ?  who knows...tapi ribet memang kalau mencintai hanya dengan hati dan mengesampingkan logika. Apakah ada hari gini cowok playboy seperti harris yang rela menunggu keara tanpa batas waktu?  atau yang lebih langka, ruly rela menunggu wanita yang tak mungkin dimilikinya karena denish sudah memiliki suami. Tapi memang ada kalanya hidup itu dibuat ribet oleh perasaan. Saya sendiri merasa lelah mengikuti penantian keara. kasian banget.

Saya masih tidak terima dengan ending novel ini. Novel ini tidak seperti sinetron yang happy ending, tapi lebih menyentil kisah cinta yang ribet, dan akhirnya semua gak dapet apa apa. Harris gak bisa dapet keara, keara gak bisa dapet ruly, Ruly gak bisa dapet denish, mungkin denish yang paling beruntung mendapatkan lagi cinta suaminya yang sempat hilang. Kasian banget ya hidupnya tokoh tokoh ini, tapi mungkin memang begitulah hidup yang sebenarnya, gak semua bisa kita dapatkan seperti yang kita inginkan. Tapi yang paling sulit adalah mempertahankan persahabatan setelah tragedi cinta yang menyakitkan diantara mereka.
Haris cinta mati sama keara sejak pertama bertemu, memendam perasaannya selama 3 tahun, sampai akhirnya terjadi 'accident' di singapura saat mereka mabuk. Keara, yang saat itu sangat berharap ruly ikut ke singapura, tapi batal karena proyek kantor. Membayangkan ruly berdua dengan denish di jakarta, membuat keara tak bisa mengendalikan diri, mabuk bersama harris. Harris merasa mendapat durian runtuh saat akhirnya berhasil 'tidur' dengan keara, walaupun tanpa disadari keara yang sedang mabuk. Bagaimana dengan keara ? Walaupun keara menyukai sex dan party, tapi keara sangat terpukul saat menyadari di pagi hari ada di ranjang sahabatnya dalam keadaan bugil. Keara tak terima sahabatnya Harris yang terkenal suka mempermainkan wanita, kali ini mempermainkannya. Walaupun harris minta maaf dan tulus menyatakan cintanya, keara tak perduli. Persahabatan mereka putus. Harris kehilangan. Keara yang membenci harris dan sudah lelah menunggu cinta ruly selama 3 tahun, berkenalan dengan panji, adik ipar dinda sahabat keara. Mereka sama sama 'player' dan sepakat hanya 'no rule relationship'.  Tapi apakah ada hubungan tanpa aturan yang tak akan menyakiti ? Terbukti ketika akhirnya panji sang playboy, sungguh jatuh cinta pada keara setelah permainan flirting mereka berjalan selama sepuluh bulan. Bagaimana dengan keara ? Apakah ia bisa jatuh cinta pada panji ? Tidak, tetap hanya ruly yang ada dalam impiannya, panji hanyalah pelarian dari rasa frustasi keara setelah cinta terpendam selama 3 tahun, namun keara tak mau berhenti berharap. 
Hingga suata saat, denish kecelakaan, ruly adalah orang pertama yang ada disana. Wajah ruly yang panik melukai perasaan keara, walaupun ia tahu denish sedang tak berdaya. Kondisi yang kritis ini perlahan-lahan mengembalikan persahabatan keara dan harris, walaupun kondisinya tidak seperti semula. Bagaimana dengan ruly ? Meskipun ia sangat terpukul melihat kondisi denish, tapi ia lebih terpukul lagi saat melihat kemal, suami denish tiba tiba datang dan menangis. Ruly terpukul karena melihat denish mendapatkan kembali cinta suaminya, padahal ia sangat berharap denish meninggalkan suami yang dianggapnya tak bertanggung jawab itu, ruly cemburu. Dalam kekalutannya, ruly memilih datang ke apartemen keara. Keara yang hobi foto, merasa sangat beruntung seharian itu ditemani ruly hunting foto ke pasar ikan, malah ruly memilihkannya ikan kecil dan aquariumnya, dan meletakannya di kamar keara.
Saat malam hari saat mereka santai di sofa, keara tak sengaja menumpahkan minuman ke kemeja ruly dan spontan membersihkan dengan tangannya. Sentuhan tangan keara di dadanya, membuat ruly tak bisa lagi menahan diri untuk mencium keara, ciuman yang sudah ditunggu keara selama 4 tahun. Bermimpikah keara ? Hingga bangun pagi harinya, dan melihat ikan kecil di samping tempat tidurnya, keara sadar ia tidak bermimpi.   Apakah ruly sungguh jatuh cinta pada keara ? Atau hanya terbawa suasana ? Namun ruly dan keara akhirnya pacaran seperti mimpi keara selama ini. Yang paling tertusuk hatinya adalah harris. Keara adalah cinta mati harris, tapi harris rela keara bersama ruly, daripada harus jatuh ke pelukan panji yang playboy. Mereka akhirnya bersatu lagi sebagai 4 sahabat seperti dulu, dengan status baru keara dan ruly sebagai pasangan.  Saat mereka kumpul bersama, keara ingin seluruh perhatian ruly hanya untuknya sebagai pacar. Namun hati tak bisa berdusta, keara memang mendapatkan statusnya sebagai pacar ruly, tapi tidak hatinya. Dalam setiap kesempatan, ruly tetap mengutamakan kebahagiaan denish diatas segalanya, meskipun tau ia tak mungkin mendapatkan denish. Setelah penantian 4 tahun dan pacaran 2 bulan, keara menyerah dengan kenyataan bahwa ia tetap tak bisa memenangkan hati ruly. 
Apakah masih ada harapan bagi harris untuk merebut kembali perhatian keara ? Rasanya untuk sementara cukuplah seperti ini, sahabat yang tak pernah pergi, namun tidak sebagai kekasih. Siapa yang paling kasihan ? Keara ? Harris ? Ataukah Ruly yang melepas Keara demi Denish yang tak bisa dimilikinya ?

Senin, Agustus 13, 2012

IBUK,

Judul              :  IBUK,
Penulis           :  IWAN SETYAWAN
Penerbit         :  PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Terbit             :  JUNI 2012
Tebal              :  293 HALAMAN

                                                     
SEANDAINYA SEMUA ANAK BISA MENULISKAN KISAH TENTANG IBUNYA SEINDAH TULISAN MAS IWAN SETYAWAN......SETIAP IBU PASTI BANGGA......SEPERTI BANGGANYA IBUK, PADA BAYEK :)

Saya suka dan sukaaaa sekali akan gaya bahasa penulis dalam menceritakan kisah hidupnya...ringan dan menyenangkan...bahkan hidup yang sulitpun digambarkan dengan jenaka ;
 to love is to act
Tak ada janji yang terungkap dari mulut mereka. Tapi hati mereka telah berikrar untuk mencintai satu sama lain, dengan sederhana. Mereka tidak saling memberikan harapan tapi mereka akan memperkuat satu sama lain.
  
Kisah pertemuan Ibuk dan Bapak, juga digambarkan dengan manis....seolah-olah penulis menyaksikan sendiri "tatapan mata itu membekas diantara tumpukan baju, sang playboy pasar terseret keluguan dan kesejukan tatapan Tinah. Tatapan mata sang kenek angkot diam-diam meyelinap di hati Tinah, menyesakkan dadanya. menghentikan waktu yang berputar" *aseeekkk*

cinta membutuhkan sebuah keberanian untuk membuka pintu hati.

Ibuk, adalah hijau pepohonan yg menutupi kegersangan. Napas buat kehidupan. cinta Ibuk, terbisikkan lewat nasi goreng terasi. Ibuk, sendiri tak jarang harus mencampur nasi goreng dengan nasi putih. Keindahan berbagi yang akan dibawa anak-anak ketika dewasa. Bukan hanya nasi goreng, mereka juga berbagi hati. Ada kehangatan yang tertinggal di ruang tamu :)

Ibuk melalui hidup sebagai perjuangan. Tidak melihatnya sebagai penderitaan, “Itulah hidup, Yek, memang mesti dijalani dengan kuat, tabah. Dengan perjuangan. Rasa enak itu baru terasa setelah kita melalui perjuangan itu”.
Kesulitan ekonomi bukanlah hambatan bagi ibu untuk memperjuangkan semangatnya melihat anak-anaknya sekolah setinggi mungkin, dari buku, baju, uang jajan, sampai sepatupun harus nyicil...giliran satu persatu...."Ya, seperti sepatumu ini, nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat! Buatlah pijakanmu kuat. Kita beli sepatu baru kalau ada rejeki" hiburI buk pada Nani saat sepatunya yang sudah setahun jebol.
Mungkin anak-anak ini telah merasakan keringat Bapaknya menetes di kulit mereka. Mungkin, cinta ibuk telah memasuki darah mereka, lewat bubur beras merah dan sinar matanya yang syahdu. Mungkin, anak-anak ini tersentuh oleh hidup Bapak dan Ibuk yang sederhana dan penuh keprihatinan. Hidup adalah perjalanan membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Hidup akan penuh dengan perjuangan, dan itu yang akan membuat sebuah rumah semakin indah.

"Meskipun banyak kebocoran disana sini, kita mesti bersyukur. Kita ada di rumah sendiri. Ada tempat untuk makan pisang goreng bersama-sama" sesederhana itu pemikiran Ibuk,

Kenangan masa kecil yang sulit namun indah, menjadi bekal Bayek memperjuangkan perubahan nasib keluarganya. Bayek berjuang menjadi yang terbaik sejak masa sekolah hingga lulus kuliah. Mengingat kerja keras Bapak menjadi sopir, Bayek selalu berusaha bekerja lebih daripada rekan kerjanya, mengantarnya menjadi Direktur di sebuah perusahaan di New York. Apapun yang dilakukannya selalu dimulai dari do'a Ibuk, membuat saya bercermin pada diri sendiri (karena saya tidak pernah begitu ;p). Setiap ada bonus, Bayek selalu menyisihkan untuk Ibuk, satu per satu saudara perempuannya dibuatkan rumah, juga kos-kosan untuk pensiun Bapak, Ibuk bangga sekali :) setiap kali mengirim uang untuk di rumah, Bayek selalu menyisihkan untuk dirinya sendiri dengan jalan-jalan ke tempat indah yang diinginkannya :)

Bayek memutuskan kembali ke Indonesia karena tak ingin lama-lama jauh dari rumah hatinya. Bapak selalu setia mengantar jemput Bayek di bandara setiap kali Bayek ada pekerjaan di luar kota. Bisa dibayangkan betapa sepi hati Bayek saat Bapak tak ada lagi mengantar dan menjemputnya ke bandara, karena Bapak akhirnya kalah oleh sakitnya, pergi meninggalkan Ibuk, 4 Februari 2012. Rasa sakit dan sedih yang dirasakan Bayek akan kepergian Bapak, membuat sata tak dapat menahan air mata saya.... teringat pada Bapak dan Ibuk saya sendiri, yang selama ini jarang saya hubungi. Bayek saja yang tinggal di New York hampir tiap hari menelepon Ibuk untuk minta do'a....sementara saya......sms saja tidak sempat hiks.....malu saya membaca buku ini...sekaligus tak bisa berhenti tersenyum membayangkan masa kecil yang digambarkan dengan indah oleh penulis....Good Job mas Iwan Setyawan :)                                         

Sabtu, Maret 24, 2012

RUMAH SERIBU OMBAK

Judul Buku : RUMAH SERIBU OMBAK
Penulis : ERWIN ARNADA
Penerbit : GAGAS MEDIA
Tebal : 387 Halaman
Tahun Terbit: 2011


Kisah ini adalah cerita tentang persahabatan dua anak manusia yang berbeda keyakinan, Samihi dan Wayan Manik (Yanik). Samihi yang penakut, secara kebetulan bertemu dengan Yanik disaat yang membahayakan keselamatannya. Samihi adalah seorang anak yang soleh, berbakti kepada ayahnya dan taat kepada Almarhumah ibunya. Yanik sendiri juga sangat berbakti pada ibunya yang sakit-sakitan, mesti merasa kesepian setelah ditinggal ayahnya untuk menikah lagi dan hanya pulang setahun sekali. Samihi merasa mendapat pengganti kakaknya yang meninggal karena tenggelam, dan Yanik yang mendapatkan seorang adik yang tak pernah dimilikinya.

pertama melihat novel ini di toko buku, tak sedikitpun saya tertarik untuk membeli. saya lirik judulnya "Rumah Seribu Ombak" hal pertama yang terlintas dalam benak saya, ceritanya tentu tak jauh berbeda dari cerita heroik  tentang anak-anak desa yang ingin sukses, sudah banyak saya dengar cerita seperti itu. Ramainya komentar tentang buku ini di twitter membuat saya penasaran. Akhirnya setelah saya buka halaman pertama, yang menarik perhatian saya adalah latar belakang ceritanya di kampung halaman saya, Bali. Hah ?? apa yang mau diangkat dari Bali selain pariwisatanya ? meskipun desa yang diambil sebagai novel bukan desa saya, tapi saya mengerti bahwa apa yang diceritakan dalam novel ini memang benar terjadi, meskipun tidak 100%, dalam arti saya tidak tau apakah Samihi dan Yanik ini fiktif atau tidak.

Samihi pemuja puisi, sementara bagi Yanik KATA KATA ITU HARUS DIBUKTIKAN, BUKAN CUMA DIBACA DAN DIDENGARKAN.

Samihi memiliki seorang adik, Syamimi. Seorang anak yang manis dan sangat mengidolakan kakaknya. Syamimi juga sangat sayang pada Yanik yang dianggap pelindung kakaknya. Yanik ingin sekali melanjutkan sekolahnya, tapi terkendala biaya. Samihi berusaha keras mencari jalan keluar agar sahabatnya bisa sekolah lagi, hingga akhirnya mereka menang sabung ayam. Selama ini Andrew seorang bule dari Australi rajin membantu keuangan Yanik, namun kejadian malam itu di kamar Andrew ternyata semua alasan dari semua bantuan yang pernah Andrew berikan pada Yanik. 
PENYESALAN JARANG SEKALI MENYELESAIKAN MASALAH, MALAH KERAP MENYULUT API KEMARAHAN 
Hal yang dirasakan benar oleh Yanik saat menyadari Andrew bukanlah orang yang benar-benar bisa menggantikan Bapaknya, namun menyembunyikan maksud jahat dibalik kebaikannya.

KEGEMBIRAAN JUGA PUNYA USIA, PUNYA BATAS AKHIR


Dua sahabat ini sepakat untuk menyusup ke rumah Andrew untuk mengambil bukti kejahatannya. Andrew sangat marah, dan menangkap Yanik saat sedang mandi di pancuran, sementara Samihi lari untuk mencari pertolongan. Hebohlah desa itu setelah mengetahui kejahatan Andrew, tapi Yanik terlanjur malu. Bersamaan dengan terjadinya bom Bali yang memecah belah keharmonisan antara agama di Bali, Yanik dan Ibunya mengungsi ke desa lain.


Saat itu adalah saat yang penting bagi Samihi karena ia ingin membagi kemenangannya dalam lomba dengan sahabatnya yang telah menghilang itu. Untuk mengenang Yanik, Samihi yang semula takut air berusaha keras menjadi peselancara untuk mewujudkan cita-cita Yanik. Sampai akhirnya nasib mempertemukannya dengan pemilik sekolah selancar yang tertarik melihat bakatnya. Berkat ketekunannya Samihi berhasil memperoleh beasiswa ke Australi.
KEBERANIAN AKAN SELALU MEMBAWA PERUBAHAN, KETAKUTAN AKAN JADI BEBAN YANG MENENGGELAMKAN 
begitu kata ayah Samihi saat ia merasa ragu menerima tawaran beasiswa surfing ke Australia, ya Australia, tempat yang tak pernah Samihi bayangkan. semua berkat dorongan sahabatnya Yanik, untuk berani melawan ketakutannya melawan air. Seandainya saat itu Samihi tidak mau mengikuti saran Yanik, tentu ia tak akan berada di posisi sekarang. Sang Ayah membesarkan semangat Samihi dan mengingatkan bahwa :

KEHIDUPAN DAN PENGETAHUAN YANG SESUNGGUHNYA ADA DI LUAR SANA (PERANTAUAN) BUKAN DI BUKU ATAU SEKOLAH
RASA TAKUT ADALAH BELUKAR YANG SIAP MEMBELIT SIAPA SAJA YANG MEMBIARKAN DIRINYA DICEKAM PERASAAN INI