Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 26, 2013

UNTUK INDONESIA YANG KUAT (100 langkah untuk tidak miskin)

Judul : UNTUK INDONESIA YANG KUAT (100 langkah untuk tidak miskin)
Penulis : Ligwina Hananto
Penerbit : QM Publishing
Tahun : 2011
Tebal : 236



"STRONGER MIDDLE CLASS INDONESIA!"

Itulah yang menjadi slogan kuat dari buku ini yang ingin diwujudkan penulisnya, inspiring :)

singkatnya, ke-100 langkah yang dimaksud Ligwina Hananto adalah :

1.Memiliki penghasilan .
2.Memisahkan pengeluaran bulanan dengan pengeluaran mingguan
3.Pergi ke ATM seminggu sekali saja
4.Mengerti cara kerja kartu kredit
5.utang kartu kredit lunas setiap bulan .
6.Membayar pajak dan melaporkan SPT
7.Punya rencana keuangan sederhana buatan sendiri
8.Mampu mambayarkan semua tagihan / biaya hidup sendiri
9.Punya dana darurat minimal sekali biaya hidup sebulan
10.Punya fasilitas kesehatan yang cukup
11.Mampu beramal minimal 2,5% dari penghasilan sebulan
12.Memiliki rekening belanja
13.Mampu menyisihkan 10% dari penghasilan bulanan untuk ditabung
14.Mengatur penghasilan tahunan dan pengeluaran tahunan
15.Mampu berlibur tanpa berutang
16.Mengerti tentang apa reksadana dan fungsinya dalam rencana keuangan
17.Mengerti fungsi asuransi dalam rencana keuangan
18.Punya rencana keuangan komprehensif buatan sendiri atau dibantu perencana keuangan independen
19.Menyiapakan dana darurat lebih besar, minimal enam kali pengeluaran bulanan
20.Membeli emas / logam mulia sebagai bagian dari dana darurat
21.Punya proteksi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup untuk keluarga
22.Punya proteksi kecelakaan dengan uang pertanggungan yang cukup untuk keluarga
23.Punya proteksi penyakit kritis dengan uang pertanggungan yang cukup untuk keluarga
24.Menyiapkan uang muka untuk rumah pertama
25.Punya kendaraan bermotor yang pertama
26.Memastikan utang yang dimiliki adalah utang produktif
27.Mampu membayar cicilan utang maksimal 30% dari penghasilan bulanan
28.Punya rumah pertama
29.Dana pendidikan anak untuk play group sudah tercapai
30.Memulai upaya mencapai dana pensiun
31.memulai upaya memiliki aset aktif (bisnis, properti, surat berharga)
32.Punya bisnis pertama
33.memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi
34.Punya surat berharga pertama
35.Mampu berlibur setahun sekali
36.Menyiapkan uang muka pembelian properti untuk disewakan
37.Mengerti arti passion dan mengembangkan karier sesuai passion
38.Mampu menyisihkan 20% dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi
39.Mencapai total aset lancar Rp.100 juta
40.Memulai upaya mencapai dana perjalanan religi
41.Melakukan evaluasi rencana keuangan setahun sekali
42.Punya properti untuk disewakan
43.Menerima penghasilan pasif dari aset aktif
44.Memastikan dana pendidikan anak TK-SD sudah tercapai
45.Memperkenalkan fungsi uang pada anak : charity, belanja, tabungan
46.Mempercepat pelunasan utang pembayaran rumah pertama
47.Membuat rencana waris yang pertama
48.Memiliki akuntan untuk mengurusi keuangan bisnis
49.Mengembangkan karier dan memiliki penghasilan yang meningkat setiap tahun
50.Memperbaharui proteksi jiwa dengan uang pertanggungan yang lebih besar, cukup untuk keluarga
51.Mampu menyisihkan 30% dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi
52.Punya portofolio saham
53.Melakukan evaluasi rencana keuangan dua sampai empat kali per tahun
54.Memiliki Net Investment Asset 50% (Aset investasi : Networth)
55.Mencapai total aset lancar Rp.500 juta
56.Punya dana darurat sembilan kali biaya hidup per bulan
57.Memastikan pekerja di rumah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai
58.Mampu berlibur empat kali setahun
59.Memulai program beasiswa untuk pekerja di rumah agar anak-anak mereka memiliki masa depan lebih baik
60.Memastikan dana pendidikan anak untuk SMP sudah tercapai
61.Mengembangkan bisnis tahap 1
62.Mencapai total aset lancar Rp.1 miliar
63.Berangkat untuk perjalanan religi
64.Memastikan pekerja di rumah membuka rekening TabunganKu di bank terdekat
65.Membeli properti kedua untuk disewakan
66.Terlibat dalam kegiatan rutin sebuah kelompok amal / sosial
67.Mampu berlibur ke destinasi idaman pertama
68.Membeli tanah sebagai aset investasi - bagian dari portofolio properti
69.Menyiapkan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan
70.Memiliki aset aktif dalam bentuk surat berharga
71.Mampu menyisihkan 40% dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi
72.Penghasilan pasif mencapai 50% dari pengeluaran bulanan
73.Mengembangkan portofolio properti (minimal 3 jenis properti)
74.Mengembangkan karier berdasarkan passion lain
75.Mampu berlibur ke destinasi idaman no. 2
76.Mengembangkan bisnis tahap 2
77.Meluaskan portofolio properti
78.Memastikan dana pendidikan anak SMA sudah tercapai
79.Memiliki tim profesional yang mengelola bisnis
80.Memulai program pinjaman tanpa bunga untuk pekerja di rumah, agar mereka juga memiliki aset di kampung asalnya
81.Mencapai total aset lancar Rp.3 miliar
82.Mampu berlibur ke destinasi idaman no.3
83.Penghasilan pasif mencapai 75% dari pengeluaran bulanan
84.Suksesi bisnis kepada generasi berikut / keturunan
85.Memastikan dana pendidikan anak S1 sudah tercapai
86.Membeli rumah masa pensiun
87.Mampu menyisihkan 50% dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi
88.Mampu berlibur ke destinasi idaman no.4
89.Memastikan dana pernikahan anak telah tersedia
90.Membeli emas / logam mulia sebagai bagian dari rencana waris
91.Memperbarui proteksi jiwa disesuaikan dengan kebutuhan rencana waris
92.Membuat organisasi sosial sebagai bagian dari rencana waris
93.Mampu berlibur ke destinasi idaman no.5
94.Mencapai total aset lancar di atas Rp.10 miliar
95.Memperbarui rencana waris
96.Memastikan dana pensiun sudah tercapai
97.Memastikan dana kesehatan pensiun sudah tercapai
98.Memastikan semua tujuan finansial sudah tercapai atau teralokasi
99.Memastikan aset lancar sudah tersedia
100.Penghasilan pasif lebih besar daripada pengeluaran bulanan

Selamat menikmati proses yang panjang dan menyenangkan :)

WE ARE THE STRONGER MIDDLECLASS INDONESIANS!



Minggu, Januari 13, 2013

SEPEDA MERAH, Yahwari#1



Penulis   : Kim Dong Hwa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Ttama
Tahun     : 2012
Tebal      : 144 halaman
Sepeda merah adalah kisah perjalanan seorang tukang pos ysng amat mencintai pekerjaannya, berkeliling desa Yahwari setiap hari, penuh keselarasan dengan alam. Tukang pos ini sangat nencintai alam desa dan penduduknya. Ia akrab dengan setiap penduduk yang selalu menunggunya setiap hari.
menjadi penulis itu mirip dengan menjadi tukang pos.

Berikut adalah tulisan Kim Dong Hwa pada halaman depan:
di dekat rumahku ada kantor pos
kantor pos kecil dengan dinding batu bata merah
dan dihiasi tanaman rambat hijau
ketika lewat di depan kantor pos, sebait puisi muncul di benakku
ketika lewat di depan kantor pos, aku serasa mendengar sepotong lagu
aku selalu senang setiap kali melintas di depannya
aku sering berharap mendapat surat
aku berandai andai surat itu ditulis di atas kertas putih, dengan tinta biru
pada saat-saat demikian, kutulis sendiri surat itu
aku tidak menuliskan hal-hal besar. aku hanya menanyakan khabar
dan menambahkan puisi di dalamnya
saat pergi ke kantor pos untuk mengirimkanya, aku merasa begitu kaya
seperti di masa kecilku, ketika aku pergi ke bank
untuk menabung uang di dompetku

Oktober 2002 di rumah kayu
Kim Dong Hwa
Ketika membeli buku ini, saya pikir semacam cerita seperti kisah dalam chicken soup, atau buku cerita biasa karena masih di plastik dan tidak ada sample (apalagi saya tidak tahu apa itu manhwa). Ternyataaaaa isinya dibuat dalam bentuk komik / cerita bergambar.... dan saya langsung jatuh cinta heehe
Kim Dong Hwa menceritakan kisah-kisah pendek dalam keseharian kita, kisah yang mudah terlewatkan, namun sangat menyentuh. Seperti kisah si sepeda merah yang harus mengantar surat ke setiap rumah di kota Yahwari. Rumah itu tidak miliki alamat lengkap, namun mudah dicari karena memiliki makna khusus. yaaa setiap rumah mewakili hati penghuninya. tempat kita merasa semakin baik dan membaik. Setiap rumah selalu menjadi tempat paling indah di bawah langit berbintang bagi penghuninya.
Menyenangkan mengikuti percakapan tukang pos dan laki-laki tua di kota Yetdong:
pos : anda tidak merasa terlalu kesepian (karena semua anaknya tinggal di kota)
pak tua : tidak apa, memikirkan anak-anakku menyibukkan benakku
pos : mereka sering datang?
pak tua : kehidupan di kota lebih menekan daripada di pedesaan, lagi pula kalau kita mempunyai istri dan anak tidak mudah untuk berpindah tempat meskipun kita menginginkannya, aku bisa dengan mudah memikirkan mereka karena jiwaku merdeka di pegunungan
pos : sayang istri anda tidak ada lagi di dunia ini
pak tua : aku tidak sering memikirkannya karena dia sudah pergi pada waktunya, ketika memandang foto-foto, aku memikirkan masing-masing anakku 10 kali, memikirkan istriku hanya sekali. aku tidak dapat melakukan apa apa untuknya karena dia sudah tiada, tapi setiap kali memikirkannya aku meletakkan sebutir batu. beginilah hasilnya
(dan tukang pos melihat ada banyak sekali gundukan batu mirip pagoda di depan rumah pak tua, berarti sesering itu ia memikirkan istrinya, dan lebih sering lagi memikirkan anak-anaknya)
Kim Dong Hwa mengingatkan kita akan 'kebodohan' seorang ayah melaui cerita kaus kaki. Seorang ayah akan memilih kaus kaki terjelek untuk dirinya, yang paling baru untuk si sulung, dan paling bagus untuk si bungsu. Hati mulia sang ayah hanya ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Sang tukang pos bersahabat dengan kondektur kereta yang setiap hari melewati desa tersebut, karena baginya kondektur kereta membawa fisik manusia, sedangkan tukang pos membawa hati manusia, jadi tugas mereka mirip satu sama lain :)
Saat ia bosan dengan tugasnya, si tukang pos harus kreatif mencari variasi kerja yang membuatnya tetap bahagia. Jika daun terbang ke arah kiri, maka ia mengirim surat ke rumah di sebelah kiri dulu, jika kemudian kodok yang ditemuinya belok ke arah kanan, maka ia mengirim surat ke arah kanan. Tapi bila tidak ada yang bisa menjadi inspirasi untuk menunjukkan jalan, maka ia akan melempar sepatunya. Kalau sepatunya menghadap keatas, maka ia belok kiri, bila sepatunya jatuh menghadap ke bawah, maka ia belok kanan :)
Tak jarang, ia harus melewati sungai dan hutan untuk mengantar surat ke sebuah kuil di ujung hutan yang lebat. Si tukang pos tetap merasa gembira, apalagi ia disambut dengan teh hangat dari biksu dengan wajah damai, dan iapun bisa menghormati Budha sambil pulang.
Si tukang pos rela mengantar apapun dan kemanapun yang diinginkan warga desa, termasuk mengirimkan hasil panen kepada para kerabat warga di desa tetangga. Karena baginya, itu sama saja dengan mengirimkan kasih sayang :)

Dalam perjalanannya ia menemui seorang nenek yang memperhatikan wajahnya di cermin. Si tukang pos menjadi bingung untuk apa si nenek sering berkaca. Tapi si nenek berucap "Ketika menua, kita kehilangan ingatan, karena itulah kita menggambar semua jejak itu di wajah-wajah kita, agar tidak melupakan apa-apa. Tidak akan lucu jika kita telah mengetahuinya terlebih dulu. Kau akan menggambarnya satu per satu".

Senin, Januari 07, 2013

A GIFT FROM A FRIEND

Pengarang : Merry Riana & Alva Tjenderasa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Tebal : 275
Youtube Merry Riana
Blog Merry Riana

Tidak hanya untuk mengambil apa yang anda bisa dapatkan dari hidup ini, tapi juga untuk mencintai dan memberi dengan tulus. Ketika ada kelimpahan, apa pun itu, maka berbagi bukanlah suatu masalah.

IF WE DON'T CHANGE, WE DON'T GROW. IF WE DON'T GROW, WE AREN'T REALLY LIVING
Merry Riana dilahirkan dari keluarga yang sederhana, anak tertua dari tiga bersaudara. Ayahnya seorang Insinyur Elektro dan Ibu seorang Ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang. Pergi ke Singapura Tahun 1998 ketika berumur 18 Tahun karena krisis ekonomi melanda Indonesia karena kerusuhan Mei 1998. Pendidikan sangatlah penting bagi Merry Riana, karena meningkatkan pengetahuna dan keahlian kita agar kita dapat memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat dengan skala yang lebih luas. Kita pergi ke Sekolah supaya kita bisa melakukan lebih banyak hal, bukan kurang. 
"Anda semua yang masih sedang belajar, jangan abaikan pendidikan Anda. Selesaikan sekolah Anda dan berkonsentrasi penuhlah pada perjalanan sukses Anda setelah menyelesaikan pendidikan Anda. Percayalah. Anda tidak akan menyesal"
Merry Riana berjanji pada dirinya sendiri, jika sukses suatu hari nanti, ia ingin sukses ketika masih muda, sebelum ulang tahun ke-30, bukan ketika berumur 40-50. Dengan begitu, ia bisa mengajak orang tuanya menikmati makanan terbaik, bertamasya ke luar negeri, dan menjalani hidup sepenuhnya (how sweat....saya rasa salah satu kunci sukses Merry Riana adalah karena niat luhurnya :) ) 
"Itu semua bukan untuk saya, tapi untuk orangtua"
Prinsip "Vision-Action-Passion" (Vis-Tindakan-Hasrat) adalah formula sukses seorang Merry Riana. Semua bermula dari visi, selalu mulai dengan pikiran akan mau menjadi apa nanti akhirnya "Apa yang sebenarnya anda inginkan ?". Tidak memiliki tujuan itu sama seperti daun yang jatuh hanyut di sungai, mengikuti arus seiring berjalannya waktu, tidak menyadari bahwa sungai tersebut akan berakhir di lautan, tempat daun tersebut akan tenggelam. Hasrat adalah yang membedakan Anda dari orang-orang lain yang hanya bekerja keras. Hasrat memberi Anda kekuatan dan energi.
JANGAN PERNAH MENUKAR APAPUN DENGAN SUARA HATI ANDA. ITU TIDAK SEPADAN. RAIHLAH IMPIAN ANDA DENGAN INTEGRITAS. TIDAK ADA JALAN LAIN.
Bagi seorang Merry Riana, definisi sukses adalah proses terus menerus untuk berusaha menjadi lebih baik, untuk mencapai lebih. Kesuksesan adalah suatu kesempatan untuk terus menerus bertumbuh secara emosional, sosial, spiritual, intelektual dan finansial, sambil memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Seseorang yang mengambil tindakan- bukan kebanyakan orang yang hanya berharap. Berorientasi pada hasil dan menjalankan kehidupan persis sebagaimana yang dikehendaki. Menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan kesuksesan dan pencapaian baru untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Untuk meningkatkan nilai kita, tidaklah cukup hanya dengan meningkatkan kualifikasi akademis, atau meningkatkan keahlian, atau meningkatkan relasi Anda, tapi juga harus memilih lingkungan kerja yang tepat. Pilihan yang salah akan membatasi nilai Anda, sekeras apapun Anda bekerja.
"Meskipun dasar Tangga Perusahaan kelihatannya lebar dan stabil, Anda akan menyadari bahwa semakin tinggi Anda naik, semakin sempit tangganya".
 "Percayalah, kalau itu adalah suatu keharusan, Anda akan menemukan cara untuk hidup di tengah-tengah segala kekurangan Anda".
Jangan lepaskan impian Anda dan jangan menukarnya dengan kesempatan atau peluang yang 'salah'. Kesempatan yang 'slah' dapat datang secara tersamar sebagai kesempatan yang sepertinya nyaman. Tapi jika kesempatan itu tidak membawa Anda lebih dekat pada impian Anda, apa gunanya ? Tinggalkanlah 'penjara' Anda dan mulai berteman dengan orang-orang yang memiliki hasrat yang sama dan sukses ! Dari sana, Anda akan menyadari bahwa Anda juga bisa terbang dan terbang bukanlah hanya untuk mereka yang terpilih. Anda adalah seekor Rajawali sejak Anda lahir ! Anda berhak untuk terbang !
"Bekerja keras dan menerima penghargaan atas kerja keras Anda. Berlari kencang dan luar biasa di antara kuda-kuda yang lain. Memenangkan penghargaan dan menerima banyak pengakuan berdasarkan keberhasilan Anda. Cari seorang pelatih kuda yang baik, bina hubungan dengan kuda bagus lainnya, lalu ikuti perlombaan dan menangkan kejuaraan".
Siapa yang Anda kenal, ke mana Anda pergi, dan apa yang Anda miliki bukanlah ukuran yang sesungguhnya dari kesuksesan pribadi. Arti kesuksesan berbeda-beda bagi setiap orang. Untuk saya, kesuksesan merupakan proses yang terus berlangsung untuk menjadi lebih baik dan mencapai lebih lagi. Sukses merupakan kesempatan untuk terus-menerus bertumbuh secara emosional, sosial, spritirual, psikologis, intelektual, dan finansial, sambil memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat.
"Segala sesuatu berawal dari sebuah ide. Semua dimulai dari pikiran, dan ketika di pikiran itu ada, ide itu dapat direalisasikan di dunia secara fisik. Komponen yang paling penting adalah The Mindset. Cara berpikir".
Memang benar bahwa perlahan dan terus menerus akan menyelesaikan perlombaan. Tetapi juga benar bahwa cepat dan konsisten akan menang lebih dulu. Mengambil tindakan terus menerus berarti memfokuskan pandangan Anda hanya pada visi Anda dan do whatever it takes yang dapat membawa Anda lebih dekat ke tujuan akhir Anda. Mengambil tindakan terus menerus berarti Anda harus siap bahwa ada harga yang harus dibayar untuk mencapai impian yang benar-benar Anda inginkan. Anda harus siap berkorban waktu, energi, kenyamanan, dan banyak hal lainnya sepanjang jalan.
"Untuk mencapai suatu posisi dalam 20% populasi yang memiliki mayoritas kekayaan dunia, Anda harus mengerjakan hal yang berbeda dari apa yang dilakukan oleh kelompok 80% yang memilih untuk tetap miskin. Anda harus bergaul dengan orang-rang yang sudah berada pada kelompok atas itu".
Beranilah bermimpi besar. Apapun yang dapat kita bayangkan, asal kita percaya, akan bisa dicapai. Impian dapat menjadi kenyataan. Tinggalkanlah ketakutan Anda dan mulai berteman dengan mimpi Anda. Kesuksesan seseorang bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dia hasilkan, seberapa mahal mobil yang ia miliki, ataupun seberapa mewah rumah yang ia tinggali, melainkan dari seberapa besar dampak yang bisa ia ciptakan di dalam kehidupan orang lain. Uang bukanlah hal terpenting dalam hidup ini, tetapi dapat mempengaruhi hal-hal terpenting dalam hidup ini. Uang dapat meningkatkan ungkapan cinta, uang dapat meningkatkan hubungan persahabatan, uang dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Anda, dan sebagainya. Namun selama perjalanan menuju sukses, jangan korbankan hubungan relasi dan kesehatan hanya gara-gara uang. Tidak ada artinya hidup ini jika Anda tidak memiliki kasih. Kenyataannya, itulah inti hidup ini. Untuk mengasihi dan dikasihi. Orang-orang yang dekat dalam hati anda tidak selamanya akan ada bersama dengan Anda. Akan tiba saatnya mereka tidak akan berada di dekat Anda lagi. Bahagiakanlah mereka sekarang, selagi masih ada kesempatan.
Memiliki hati yang bersyukur adalah memiliki tingkat kenikmatan tertinggi dalam diri kita sendiri.
"There is only one Succes : to be able to spend your life in your own way"
ANDA DAPAT MEMPUNYAI IMPIAN BESAR DAN MENCAPAINYA SELAGI MASIH MUDA, KARENA ANDA TELAH MEMBELI TIKET YANG DISEBUT "KEHIDUPAN" DAN PERJAMUAN MAKAN SUDAH TERMASUK DI DALAMNYA

Rabu, November 07, 2012

CHAIRUL TANJUNG, SI ANAK SINGKONG



Judul Buku   : Chairul Tanjung, Si Anak Singkong
Penyusun     : Tjahja Gunawan Diredja
Penerbit        : Penerbit Buku Kompas
Tebal            : 400 Halaman
Tahun Terbit : 2012



Buku ini berisi biografi dan perjalanan hidup Chairul Tanjung - seorang tokoh pengusaha yang sangat dikenal di Indonesia. Meskipun saat ini Chairul Tanjung dikenal sebagai seorang yang sangat sukses dengan berbagai macam usaha yang dimilikinya, tidak banyak yang mengetahui masa lalu seorang Chairul Tanjung dan kepahitan apa yang dialaminya sewaktu masih muda. Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.
Saat SMA, CT sangat aktif dalam setiap kegiatan di Sekolahnya, bahkan mengkoordinasikan bis untuk pariwisata di sekolahnya, meskipun ia tidak ikut karena tidak punya uang. Namun ia tidak pernah menceritakan permasalahannya kepada orang lain; Chairul Tanjung adalah orang yang senantiasa tersenyum, menyembunyikan perasaannya saat orang lain ingin tahu tentang kondisi hidupnya. Ia tahu kedua orangtuanya sudah berusaha keras dan mengorbankan banyak hal. CT selalu pintar menyiasati keadaan, seperti saat ditugaskan membeli tambang untuk sekolahnya. Cuaca siang yang terik, membuat ia dan teman-temannya kehausan, namun hanya bisa melirik es sanghai di restoran yang terkenal, karena mereka tidak punya uang. Akhirnya dengan inisiatifnya, CT mendapat harga tambang yang murah, dan sisa uang itu bisa ia gunakan dengan teman-temannya untuk membeli es sanghai. Jadilah es sanghai “terbuat dari tambang”.

"Kalau saja tidak berinisiatif menawar harga tambang, dipastikan es shanghai itu hanya berada pada ruang angan dan tegukan ludah di tenggorokan. Kesempatan tidak hanya dicari, tapi juga diciptakan."

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul diterima lewat jalur PMDK pada Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Karena merasa kesulitan untuk membayar biaya kuliah CT, sang Ibu menjual kain halus yang dimiliki hanya supaya anaknya bisa melanjutkan kuliah. Mengetahui hal tersebut, Chairul Tanjung berusaha semampunya agar ia dapat membiayai kuliahnya sendiri.
Bila saat itu CT tidak tahu bahwa sang ibu sampai rela menggadaikan kain halusnya untuk biaya kuliah, mungkin CT akan menerima begitu saja kondisi yang ada ketimbang berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan berbagai kesempatan yang muncul di depan mata. Sejak saat itulah dimulai perjalanan seorang Chairul Tanjung menjadi seorang pebisnis yang handal.

“Hidup tak semata memorabilia dan melayang berlama-lama di dalamnya. Yang penting adalah bagaimana langkah ke depan dengan tidak mengulang berbagai kesalahan di masa depan."

Ketika Chairul Tanjung memulai kuliahnya di UI, ia sama sekali tidak melewatkan kesempatan yang muncul saat teman-temannya membutuhkan jasa fotokopi. Dengan relasi yang ia miliki, Chairul berhasil mendapatkan harga yang lebih murah dibanding dengan jasa fotokopi yang ada di sekitar kampus. Tidak membutuhkan waktu lama, banyak orang yang menggunakan jasanya; dan saat itulah Chairul mendapatkan Rp 15,000 pertamanya. Dimulai dari bisnis kecil-kecilan tersebut, ia perlahan-lahan berkembang. Tidak hanya urusan fotokopi, ia juga mulai mencari supplier peralatan praktek yang lebih murah - sesuatu yang amat dibutuhkan oleh rekan-rekan kampusnya. Chairul Tanjung mendapat kepercayaan dari banyak orang, jaringan relasi meluas, dan bisnis yang ia lakukan pun semakin berkembang. Selain dari itu, ia juga adalah sosok yang penuh dengan cita-cita dan visi - membentuknya menjadi pribadi yang ada sekarang ini.
Saat kuliah memang banyak cita-cita dan harapan yang saya gantungkan setinggi langit. Saya berusaha menggapai semua keinginan tersebut. Ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.

"Menghadapi kegagalan pertama bangkrutnya usaha formal di luar kampus, apakah kemudian membuat saya kalut, takut, takluk, tunduk? Ah, sama sekali tidak. Layar sudah kadung terbentang, pantang pulang jika tiada ombak menghantam menghancurkan seluruh lambung lantas menenggelamkan. Saya masih memiliki kegigihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab untuk meneruskan usaha gagal tersebut."

Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.
"Molen, saya sangat benci kemiskinan. Tolong tanamkan itu di kepala dan batin kamu juga. Suatu waktu saya bercita-cita ingin memiliki mal, bank, koran, dan televisi."
Meskipun saat ini Chairul Tanjung dilihat sebagai seorang pengusaha yang sukses, hal tersebut bukan berarti ia tidak pernah mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali ia terjatuh dalam berbisnis, akan tetapi ia tidak menjadi pesimis, melainkan memikirkan cara untuk kembali bangkit dan berusaha lebih keras. Dalam buku ini, tidak hanya diceritakan perjuangannya membangun bisnis, tetapi juga menceritakan apa saja yang telah dilakukan Chairul Tanjung untuk negara Indonesia. Biografi Chairul Tanjung ini bisa jadi sebuah inspirasi yang memotivasi, agar setiap orang tidak mudah menyerah hanya karena latar belakang mereka.
Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp. membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.
Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar.
Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting. Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,sesorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.
Membaca buku ini memberi motivasi bagi pembacanya, karena Chairul Tanjung tidak berasal dari keluarga yang mampu, bahkan keluarganya berada di garis kemiskinan pada waktu itu. Akan tetapi Chairul Tanjung tidak pernah mengasihani diri sendiri, melainkan ia berjuang dan berusaha dengan mengambil kesempatan yang ada di depan matanya. Perjuangannya pun tidak selalu mulus, bahkan ia mengakui sendiri bahwa banyak kegagalan dan kesulitan yang harus ia lewati. Keberhasilannya melampaui kegagalan itulah yang membuat saya semakin kagum dengan sosok Chairul Tanjung.

"Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Semua cita-cita dan ambisi hanya bisa direngkuh apabila kita mau terus belajar berbagai hal, di mana pun dan kepada siapa pun.
Tidak ada hasil yang saya peroleh sekarang tanpa melalui kerja keras, dan jalan yang dilalui senantiasa berliku, penuh onak dan duri."

"Selama 50 tahun perjalanan hidup saya, pengalaman berharga yang saya rasakan adalah saat kita memiliki cita-cita untuk selalu menjadi lebih baik. Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan esok harus lebih baik daripada hari ini...”

Walaupun berasal dari keluarga miskin dan dibesarkan di lingkungan kumuh di Kota, Jakarta, seperti yang saya alami dulu, bukan menjadi batu penghalang untuk bisa meraih sukses dalam kehidupan. Semua orang berhak untuk berhasil dan mengubah nasib masing-masing serta bebas untuk memiliki cita-cita besar."